Recent Posts

Monday, August 6, 2018

Kerja Sama Antara Guru dan Orang Tua dalam Pendidikan Karakter



Sumber gambar: http://sekolahimpian.id/pentingnya-kerjasama-guru-dengan-orang-tua/
Pendidikan karakter dicetuskan setelah melalui pertimbangan yang matang dan berdasarkan kajian mendalam. Di tengah masyaraakat terdapat anggapan bahwa hasil pendidikan hanya melahirkan anak pintar, namun berperilaku tidak sopan, tidak peduli, kurang cinta pada tanah air dan cenderung radikal. Dengan begitu, pembelajaran di sekolah dianggap lebih menekankan pada aspek kognitif. Sekolah juga dinilai kurang menekankan siswa pada sikap untuk berbuat baik. Oleh karena itu, gerakan pendidikan berbasis karakter dicanangkan dengan harapan bahwa peserta didik tidak hanya memiliki pengetahuan tetapi juga memiliki sikap dan nilai-nilai baik.


Adapun pendidikan karakter di tingkat pendidikan tinggi agak berbeda dengan pendidikan dasar dan menengah. Meskipun penerapannya tidak terlalu berbeda, tetapi strateginya harus berbeda mengingat mahasiswanya sudah dewasa. Ada juga yang dimasukkan untuk mata kuliah tertentu, seperti bela negara. Konsep dasar pendidikan karakter adalah dalam kurikulum. Maka dari itu, tidak ada penambahan mata pelajaran yang khusus mengajarkan pendidikan karakter. Nilai-nilai dalam pendidikan karakter diintegrasikan dalam mata pelajaran atau pembiasaan-pembiasaan dengan ragam cara yang tepat. Nilai kedisiplinan, misalnya bisa ditanamkan dengan mengharuskan anak mengerjakan PR, datang tepat waktu, tidak menyontek dan sebagainya.

Baca juga: Tips Menjadi Guru yang Berkarakter 
                  Integrasi Pendidikan Karakter dalam Pelajaran TIK

Guru, kepala sekolah maupun tenaga pendidikan yang lain bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikn karakter di sekolah masing-masing. Kepala sekolah dalam hal ini harus bertanggung jawab terhadap kegiatan-kegiatan yang disebut sebagai pembudayaan sekolah. Pembudayaan sekolah dapat berupa menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan toliet dengan benar, penyediaan tempat sampah, pembiasaan anak-anak membuang sampah pada tempatnya, juga terbiasanya budaya bersih, rapi, nyaman, disiplin dan sopan santun.

Kepala sekolah berperan sebagai pemimpin dalam pendidikan karakter ini., sehingga kepala sekolah yang harus selalu mengingatkan. Kunci keberhasilan pendidikan karakter itu ada di karakter kepala sekolah. Apabila kepala sekolah berniat berubah menjadi yang lebih baik, maka seterusnya akan menularkan perilaku baik bagi guru-guru dan peserta didiknya. Prinsipnya, tentu dimulai dari diri sendiri, diawali dari yang mudah  dan dilakukan saat ini juga.

Implementasi pendidikan karakter tidak boleh dinilai sama dengan mata pelajaran lainnya. Hal tersebut karena pendidikan karakter menyangkut pengembangan sikap, nilai dan pembiasaan. Namun demikian, guru tetap bisa mengamati perkembangan karakter peserta didik. Penilaiannya bisa saja menggunakan parameter yang berbeda antara satu siswa dengan siswa lainnya. Hal terpenting adalah lingkungan sekolah, baik peserta didik, guru maupun tenaga kependidikan menjadi lebih baik karena menerapkan pendidikan karakter.

Hasil dari pendidikan karakter tidak dapat dirasakan atau dilihat seketika. Dibutuhkan waktu yang relatif lama untuk menyatakan keberhasilan pendidikan karakter. Penerapan pendidikan karakter memerlukan kerja sama berbagai pihak dan juga memerlukan contoh dari pendidik, tenaga kependidikan dan orang tua. Adanya koordinasi antara sekolah dengan orang tua merupakan langkah yang diharapkan mampu memperkuat pendidikan karakter. Jika kerja sama antara sekolah dengan orang tua sudah berjalan baik, hasilnya diharapkan menjadi lebih baik.

Pendidikan karakter amatlah penting bagi kehidupan anak didik di masa mendatang. Orang tua hendaknya berperan lebih arif dan bijaksana dalam mengasuh peserta didik. Hal ini dikarenakan orang tua berperan lebih besar dalam pendidikan karakter peserta didik. Mindset orang tua terhadap kecerdasan harus dirubah agar perannya dalam mengasuh anak dapat menjadi lebih baik. Pemikiran bahwa kecerdasan berupa nilai rapor atau nilai ujian akhir yang tinggi saja belum cukup bagi kehidupan anak di masa mendatang. Kecerdasan anak harus meliputi kecerdasan intelektual, kecerdasan emosi dan kecerdasan sosial. Kecerdasan-kecerdasan tersebut akan mewujud pada diri anak apabila terjadi kerja sama yang baik antara pihak sekolah, baik guru, kepala ekolah, maupun tenaga pendidik lainnya dengan orang tua berjalan secara baik.

Peran guru adalah menginternalisasikan nilai-nilai yang diintegrasikan dalam mata pelajaran di sekolah. Peran kepala sekolah adalah menginternalisasikan kebudayaan sekolah. Sementara itu, peran orang tua adalah memperkuat internalisasi nilai-nilai yang telah dilakukan oleh guru dan kepala sekolah. Dengan memahami peran-peran tersebut, guru, kepala sekolah dan orang tua akan dapat mewujudkan nilai-nilai kebaikan dalam karakter diri peserta didik.

Sumber: Damayanti, Deni. 2014. Panduan Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah. Araska: Yoyakarta

No comments: