Recent Posts

Friday, August 5, 2016

Tips Menjadi Guru yang Berkarakter



Sumber Ilustrasi: http://www.slideshare.net/

Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Dalam kehidupan bermasyarakat begitu beranekaragam profesi yang kita temui, diantaranya adalah guru. Seorang guru mungkin saja juga merangkap sebagai ibu rumah tangga dan ibu dari anak-anaknya. Pendidik bagi anak bangsa dan anaknya sendiri. Pada postingan yang lalu saya telah menjelaskan tips mendidik karakter anak dalam keluarga. Pada pembahasan kali ini saya akan memberikan tips menjadi guru yang berkarakter yang saya kutip dari Damayanti (2014) antara lain:

1.      Berkolaborasi
Anda harus berusaha untuk menjadi guru yang mudah diajak kerjasama. Kerjasama berarti kerja tim atau berarti bekerja dengan berkolaborasi. Dengan berkolaborasi akan banyak peluang muncul. Peluang tersebut bisa berupa cara mengajar yang lebih baik dan sikap terbuka terhadap kolaborasi ide dari sesama guru.
2.      Metode Seimbang
Lebih banyak menggunakan jenis dan metode penilaian kepada siswa. Mudah-mudahan anda merasakan juga bahwa saat menilai siswa adalah saat dimana sebagai guru kita dalam posisi yang sakral seperti layaknya seorang hakim. Terlalu tinggi memang pengandaian tersebut, namun inti dari penilaian siswa adalah mencari informasi yang obyektif mengenai perkembangan siswa yang kita ajar di kelas. Agar lebih mudah bagi kita untuk mengajar dengan lebih baik bagi siswa yang masih belum memenuhi standar. Dan mari kita belajar tentang sebuah istilah “assesment for learning” dan “asesment to learning”.
3.      Berpikir dan Berjiwa Besar
Sebuah hal yang menantang untuk diperbuat adalah berpikir dab berjiwa besar. Banyak tugas yang terkadang membuat anda berhitung, apakah ini tugas anda? Mengapa anda yang mesti mengerjakan, mengapa bukan guru lain? Sederet pertanyaan lainnya sudah menunggu yang membuat tugas tersebut menjadi  kurang  maksimal dikerjakan karena terpaksa. Hal yang tidak diketahui dari sebuah tugas yang kita kerjakan adalah sebenarnya ia menjadi batu loncatan untuk kita naik kelas alias bertambah ilmu dan bertambah pengalaman.
4.      Memanfaatkan Teknologi
Mengefektifkan teknologi dari yang mungkin dan paling mudah. Hamir semua siswa mungkin membawa handphone bahkan banyak dari mereka membawa smartphone. Di tahu ini anda  harus mencari bentuk pelajaran yang pas yang bisa menggunakan teknologi dari dekat dan yang pasti anda miliki.
5.      Mempersenjatai Diri dengan Bahan Ajar
Tidak sekedar membawa “diri” saja, tapi anda juga tampil dengan bahan dan sumber ajar yang sudah siap anda samaikan. Sebagai contoh, kartu permainan  untuk guru bahasa atau alat peraga yang sederhana yang sifatnya bersifat hands on yang bisa dipakai oleh siswanya di kelas.
6.      Persiapan di Kelas Sebelum Siswa Datang
Anda mesti sudah berada dikelas sebelum kelas dimulai. Bisa jadi 5 atau 10 menit sebelum siswa datang ke kelas. Dengan demikian anda tidak sering berdiri membelakangi siswa saat menulis atau melakukan persiapan sesuatu dalam mengajar.
7.      Disiplin Waktu
Mulailah kelas dengan tepat waktu. Seorang guru yang merencanakan pembelajarannya dengan baik akan tidak sabar untk segera mencoba “formulanya” di kelas. Demikian juga dengan yang telah anda persiapkan, tentu anda ingin segera tahu efek dari apa yang telah anda persiapkan tersebut.Jika anda hanya mengajar satu jam pelajaran maka anda harus sedikit memaksa siswa untk siap segera memulai kegiatn dan langsung membiarkan siswa kehilangan arah dan mulai berulah mengobrol atau mengganggu temannya. Semuanya harus sibuk karena sudah ada pekerjaan yang mesti dikerjakan. Jika anda mengajar lebih dari 2 jam pelajaran anda harus membagi siswa dalam beberapa kelompok dengan rotasi dan alokasi waktu yang sama. Kelompok berguna untuk membuat siswa menjadi sibuk. Siswa yang sibuk apalgi dengan tugas bermakna menjadi ciri suasana pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan.
8.      Perbanyak Pertanyaan yang Fokus
Anda mesti banyak mengajukan pertanyaan pada siswa anda di kelas. Dengan demikian, siswa akan fokus pada pelajaran dengan pertanyaan anda dan bukan dengan ceramah atau perintah anda.
9.      Penugasan yang Relevan dan Menantang
Penugasan kepada siswa dilakukan dengan pola penugasan “paket”, yakni terdiri dari soal yang sedikit, ringkas tapi menantang. Dengan demikian, siswa menjadi aktif mengeskplorasi berbagai jawaban. Sehingga mereka tidak hanya memiliki satu pilihan, tetapi memiliki kemungkinan jawaban yang banyak.
10.  Pastikan Target Tercapai
Anda perlu selalu melihat jam, tapi bukan karena anda bosan. Melihat jam adalah untuk memastikan semua target pembelajarannya hari ini tercapai dan memenuhi hasrat pengabdian profesional sebagai guru.
11.  Ramah dan Tidak Arogan
Cobalah selalu tersenyum saat menerangkan dan tidak mudah marah saat ada siswa yang berbuat kesalahan. Anda harus yakin bahwa dengan arah pembelajaran yang telah anda susun sebelumnya tidak akan berefek apapun bagi siswa yang memang tidak mau mengikutinya. Yakinlah apa yang telah anda rencanakan akan berpengaruh positif bagi siswa yang dengan kerelaan mengikuti program anda.
12.  Bangun Kenyamanan Kelas
Jangan melulu siswa anda arahkan untuk tegang menghadapi program belajar anda. Buatlah suasana kelasnya “turun naik” artinya tidak melulu sunyi senyap tapi juga “meriah” jika siswa belajar dengan debat, kuis atau kompetisi kecil yang menyenangkan. Ana tidak perlu khawatir dengan keriuhan perdebatan yang terjadi  di kelas anda akan mengganggu kelas lain. Sebaliknya, kelas anda akan menjadi inspirasi kelas-kelas lain untuk melakukan hal yang sama dengan kelas yang anda ampu. Jika memang sangat diperlukan, tutuplah pintu kelas.

Itulah dari sekian tips yang dapat anda terapkan dalam diri anda agar menjadi guru yang berkarakter. Sebenarnya masih banyak lagi tips yang bisa anda gali dari diri anda sendiri. Oleh sebab itu, jadilah kreatif agar anda semakin mantap menjadi guru berkarakter kuat.

Sumber: Damayanti, Deni. 2014. Panduan Implementasi Pendidikan karakter di Sekolah. Yogyakarta: Araska

No comments: