![]() |
Sumber ilustrasi: http://visionerpd.blogspot.co.id/2012/11/eksistensi-industri-kreatif-mengasah.html |
Setiap manusia yang terlahir ke
dunia membawa sejuta potensi dan kekuatan. Setiap potensi dan kekuatan biasanya
bersifat tersembunyi. Oleh karena itu, harus digali dengan jalan gerak dan
latihan dalam artian setiap manusia harus kreatif dalam mengembangkan potrensi
dan bakat yang dimilikinya.
Demikian pula dengan siswa.
Setiap siswa merupakan pribadi yang unik. Memiliki potensi yang berbeda.
Perbedaan siswa terletak pada pola piker, pengandaian, imajinasi dan hasil
karyanya. Akibatnya, proses belajar mengajar perlu dirancang agar memberikan
kesempatan dan kebebasan berkreasi secara berkesinambungan guna mengembangkan
dan mengoptimalkan kreativitas siswa.
Sebelum kita membahas bagaimana
mengasah kreativitas siswa, sebaiknya kita mengetahuinapa itu kreativitas dan
factor-faktor apa saja yang mempengaruhi kreativitas? Kreativitas adalah suatu
proses untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Kreativitas merupakan hal yang
sangat bermanfaat untuk kesuksesan siswa meraih prestasi di sekolah.
Kreativitas juga diperlukan untuk bekal masa depan dalam memasuki persaingan
dunia kerja yang semakin ketat.
Apa saja faktor-faktor yang
mempengaruhi kreativitas siswa? Seperti yang saya kutip pada http://totoyulianto.wordpress.com
ada beberapa factor yang mempengaruhi kreativitas belajar siswa:
a.
Sikap Orang Tua terhadap kreativitas anak
b.
Strategi mengajar guru
Faktor-faktor di atas dijelaskan
sebagai berikut:
a. Sikap Orang Tua terhadap kreativitas anak
Sudah lebih dari tiga puluh tahun
pakar psikologis mengemukakan bahwa sikap dan nilai orang tua berkaitan erat
dengan kreativitas anak. Ada beberapa factor yang menentukan kreativitas anak
antara lain:
1. Kebebasan
Orang tua yang percaya untuk
memberikan kebebasan kepada anak cenderung mempunyai anak kreatif. Mereka tidak
otoriter, tidak selalu mau mengawasi dan mereka tidak terlalu membatasi
kegiatan anak.
2. Aspek
Anak yang kreatif biasanya
mempunyai orang tua yang menghormati mereka sebagai individu, percaya akan
kemampuan mereka dan menghargai keunikan anak.
3. Kedekatan Emosional
Kreativitas anak dapat dihambat
dengan suasana emosional yang m,encerminkan rasa permusuhan, penolakan dan
terpisah.
4. Prestasi bukan Angka
Orang tua anak kreatif menghargai
prestasi anak, mereka mendorong anak untuk berusaha sebaik-baiknya dan
menghasilkan karya-karya yang baik.
5. Menghargai Kreativitas
Anak yang kreatif memperoleh
dorongan sari orang tua untuk melakukan hal-hal kreatif.
b. Strategi Mengajar Guru
Dalam kegiatan mengajar sehari-hari
dapat digunakan sejumlah strategi khusus yang dapat meningkatkan kreativitas
1. Penilaian
Penilaian guru terhadap pekerjaan
siswa dapat dilakukan dengan cara:
-
Memberi umpan balik dari pada evaluasi yang
abstrak dan tidak jelas
-
Melibatkan siswa dalam menilai pekerjaan mereka
sendiri dan belajar dari keslahan mereka.
-
Penekanan terhadap “apa yang telah kamu
pelajari” dan bukan pada “bagaimana melakukannya”
2. Hadiah
Anak senang menerima hadiah dan
kadang-kadang melakukan segala sesuatu untuk memperolehnya. Hadiah yang terbaik
untuk pekerjaan yang baik adalah kesempatan menampilkan dan mempresentasikan
pekerjaan sendiri.
3. Pilihan
Sedapat mungkin berilah
kesempatan kepada anak memilih apa yang nyaman bagi dia selama hal itu sesuai
dengan ketentuan yang ada.
Berdasarkan pengertian dan factor-faktor
yang mempengaruhi kreativitas siswa di atas, upaya yang dapat dilakukan dalam
mengasah kreativitas siswa antara lain:
1. Banyak Membaca dan Menulis
Membaca akan menambah pengetahuan
dan wawasan bagi siswa. Hal tersebut akan memunculkan ide-ide kreatif yang
lebih banyak seiring dengan penglaman dan pengetahuan siswa yang semakin
meningkatsehingga akan memberikan keleluasaan bagi siswa untuk terus berkreasi.
Menulis akan mengasah kreativitas seseorangkarena dengan menulis akan
memunculkan kembali materi dan pengetahuan yang telah di dapat.Menulis dapat
memberdayakan potensi berkreativitas sebab aktivitas ini sekaligus menghadirkan
pengorganisasian. Dalam menulis seseorang menghimpun sejumlah potensi pada
dirinya seperti kemampuan menggagas, mengulas, mengkritik dan mengomentari
tentang sesuatu.
2. Senang Berinisiatif
Inisiatif adalah kemampuan untuk
memutuskan dan melakukan sesuatu yang benar tanpa harus diberi tahu, mampu
menemukan apa yang seharusnya dikerjakan terhadap sesuatu yang ada di sekitar. Kaya
inisiatif sejalan dengan kreatif. Keduanya tidak terpisah. Kedua potensi ini
dapat dilatih, dipupuk dan dikembangkan. Siswa yang membiarkan kedua potensi
ini berjalan secara alami, maka terkesan apa adanya dan tidak punya kreasi.
3. Tanggap Terhadap Situasi
Tanggap terhadap situasi artinya
memperhatikan dengan sungguh-sungguh, cepat mengetahui dan menyadari gejala
yang timbul di lingkungan sekitar. Dengan demikian tanggap merupakan sikap
cepat merespon terhadap suatu kejadian dan menuntut untuk cepat berfikir dalam
memutuskan sesuatu sehingga kreativitas bisa terasah.
4. Aktif Berorganisasi di Sekolah
Organisasi di sekolah
bermacam-macam yaitu OSIS, PMR, Pramuka dan sebagainya. Dalam masuk ke salah
satu organisasi di sekolah akan membentuk siswa lebih kreatif, mandiri dan
lebih terampil. Melalui organisasi siswa dapat mengembangkan bakatnya.
5. Aktif Berapresiasi
Apresiasi dapat dilakukan dengan
dua cara yaitu secara langsung dan tidak langsung, apresisi langsung adalah
apresiasi yang membawa kita berhadapan secara langsung untuk menggeluti sebuah
karya, sedangkan apresiasi tidak langsung adalah berwujud sebuah kegiatan,
antara lain mendokumentasi sebuah kegiatan, membaca teori tentang sebuah karya
atau kegiatan, ataupun dapat juga dengan membaca kritik terhadap sebuah karya.
Dengan demikian apresiasi langsung ialah melakukan secara langsung sebuah
kegiatan, sedangkan yang tidak langsung berarti mempelajari sebuah karya atau
kegiatan.
No comments:
Post a Comment